Yayasan Mitra Mandiri Abadi

  • Perbesar ukuran huruf
  • Ukuran huruf bawaan asli
  • Perkecil ukuran huruf

Visi dan Misi Kami

Visi: menyalurkan aspirasi dan memperkuat keberadaan Usaha Kecil Menengah, sehingga melahirkan enterpreuneur-enterpreuneur yang independen dan tangguh menghadapi persaingan ekonomi global di wilayah wilayah pedesaan dan wilayah industri rumahan.

Misi: melaksanakan program-program penguatan Usaha Kecil Menengah dengan basis potensi yang dimiliki oleh Usaha Kecil Menengah dan kebutuhan Usaha Kecil Menengah dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya yang dimiliki Indonesia, melalui pendekatan di tingkat mikro, menengah dan makro.

Selengkapnya...
 

Organisasi dan Manajemen

Sebagai lembaga yang berbadan hukum Yayasan, kekuasaan tertinggi berada ditangan anggota pendiri Yayasan Mitra Mandiri dan siap bekerjasama secara terbuka untuk semua kalangan yang peduli terhadap pengembangan UKM. Calon anggota yang memiliki komitmen untuk memberikan kontribusinya bagi kegiatan pengembangan UKM dapat menjadi mitra Yayasan Mitra Mandiri.

Yayasan Mitra Mandiri saat ini memiliki dua unit usaha yaitu PT. Anugrah Multi Karya Brillants dan Koperasi Bina Usaha Mandiri yang bergerak dalam keuangan mikro (kredit Union) dan Industri Kecil. Yayasan Mitra Mandiri juga melakukan inisiasi program-programnya bersama stake holder.

Selengkapnya...
 

Developing Cacao Farmers

Cacao trees can be found easily in three districts in Tapanuli area, namely : in Tapanuli Utara , Humbang Hasundutan and Toba Samosir districts. People in this area grow the plant traditionally. Since 10 years ago, in some area of Tapanuli Utara district like in Pahae subdistrict for instance, cacao is one of the main source of income for the people here. Yet in other part of the area, cacao has not been exploited as the main source of income. The planting of cacao is done traditionally due to the people lack of knowledge on how to cultivate it in a proper way.

Nevertheless, in Pahae where cacao is used as the main source of income, the condition of cacao farmers is quite poor. Even though cacao grows well but its post products handling is not done in a proper process as it should be. The process of harvesting to market ready products is still depend on the weather. During the bad weather and especially during the rainy season the final product is not good as expected. The bad weather hampers the process of harvesting and drying the cacao as well.

Selengkapnya...
 

Penguatan Ekonomi dan Masalah Perempuan Pelaku Usaha Mikro

Usaha mikro dan kecil tumbuh subur di Indonesia, ketika krisis moneter meluas menjadi kritis multi-dimensi yang menimpa Indonesia sejak tahun 1997. Krisis ini ternyata memotivasi pertumbuhan sektor usaha kecil yang semakin hari semakin menyerap tenaga kerja dan semakin memperkuat inovasi-inovasi pengembangan usaha kecil. Jika memperhatikan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2005 misalnya, dari 44,8 juta unit usaha yang tergolong UKM, tenaga kerja yang terserap mencapai sebanyak 77,6 juta orang atau 96,77 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.

 

Selengkapnya...
 

Developing Piment Farmers

We proudly announce our success in developing small groups of farmers of chili/red pepper. The farmers in the area Toba Samosir district suffered a great loss from a kind of disease on their chili crops in the early to the middle of 2009. Even though the crops are not the main source of the farmers income in the area but it contributes still to their income.

There was not sufficient technology in planting the plants. The people grow the plants using traditional method and when the disease attack their plants they were not able to handle it. They will face two situations: either they can not reach maximal results or there is no harvest at all.

Selengkapnya...